Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang
botol plastik ( Aqua, VIT etc ), dan menaruhnya di mobil atau dikantor.
Kebiasaan ini tidak baik, karena bahan plastic botol ( disebut juga
sebagaipolyethylene terephthalate or PET ) yang dipakai di botol2 ini,
mengandung zat2 karsinogen (atau DEHA ). Botol ini aman untuk dipakai 1-2 kali
saja, jika anda ingin memakainya lebih lama, tidak boleh lebih dari seminggu,
dan harus ditaruh di tempat yang jauh dari matahari.
Kebiasaan mencuci ulang dapat membuat lapisan plastik rusak dan zat karsinogen
itu bisa masuk ke air yang kita minum. Lebih baik membeli botol air yang memang
untuk dipakai ber-ulang2, jangan memakai botol plastik.
PENGGEMAR SATE
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita
makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat
menyebabkan kanker.
Untuk itu kita punya obatnya yaitu timun yang disarankan untuk dimakan
setelah makan sate. Karena sate mempunyai zat Karsinogen (penyebab
kanker) tetapi timun ternyata punya anti Karsinogen. Jadi jangan lupa makan
timun setelah makan sate.
UDANG DAN VITAMIN C
Jangan makan udang setelah Anda makan Vitamin C!!
Karena ini akan menyebabkan keracunan dari racun Arsenik (As) yang
merupakan proses reaksi dari Udang dan Vitamin C di dalam tubuh
dan berakibat keracunan yang fatal dalam hitungan jam !!!
MIE INSTAN
Para penggemar Mi Instan.
Pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda
mengkonsumsi Mi Instan jika Anda akan mengkonsumsinya lagi.
Informasi kedokteran bahwa ternyata tedapat lilin yang melapisi mi instan.
Itu. Sebabnya mengapa Mi Instan tidak lengket satu sama lainnya
ketika dimasak.
Jika kita perhatikan Mi China yang berwarna kuning yang biasa ditemukan
di pasar, dari hasil pengamatan, mi yang belum dimasak tersebut akan
terlihat seperti berminyak. Lapisan minyak ini akan menghindari
lengketnya mi tersebut satu dengan lainnya.
Mi Wonton yang masih mentah biasanya ditaburkan tepung agar terhindar
dari lengket. Ketika tukang masak akan memasak mi, dia memasaknya pertama-
tama dalam air panas, kemudian dibilas / ditiriskan dengan air dingin
sebelum dimasak dengan air panas lagi. Memasak dan meniriskan dengan cara
ini akan dapat menghindari lengketnya mi tersebut satu sama lainnya.
Tukang masak memberikan minyak dan saos pada mi tersebut agar tidak
menjadi lengket ketika akan dikonsumsi secara kering (tanpa kuah).
Aturan masak dalam membuat Spaghetti (Mi Italy) akan dibutuhkan minyak
dan mentega yang ditambahkan terlebih dahulu pada air rebusan Spaghetti
untuk menghindari lengketnya pasta tersebut.
Konsumsi mie instan setiap hari akan meningkatkan kemungkinan seseorang
terjangkiti kanker. aktor SBC (sekarang TCS) pada beberapa tahun yang lalu,
karena begitu sibuknya dalam berkarir sehingga tidak punya waktu lagi
untuk memasak, sehingga diputuskannya untuk mengkonsumsi Mi Instan setiap
hari. Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini
disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut
mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari
untuk membersihkan lilin tersebut.
Ada seorang pramugari SIA (Singapore Air) yang setelah berhenti dan
kemudian menjadi seorang ibu rumah tangga, tidak memasak tetapi hampir
selalu mengkonsumsi mi instan setiap kali dia makan. Kemudian akhirnya
menderita kanker dan meninggal karenanya.
BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita
konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar
bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan.
Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya
mulai sekarang Anda cermat memilik kemasan makanan.
Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan,
penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang
digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang
bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman
bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan
makanan yang perlu Anda waspadai.
Kertas
Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan (kertas koran dan majalah) yang
sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal
(Pb) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk
melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah,
dan kemudian menyebar ke berbagai jaring! an lain seperti ginjal,
hati,otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal ini pada orang dewasa
ditandai dengan gejala 3 P, yaitu pallor (pucat), pain (sakit) dan
paralysis (kelumpuhan). Keracunan yang terjadi pun bisa bersifat kronis
dan akut.
Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal,
memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng,
tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena
pengetahuan yang kurang dari si penjual. Padahal bahan yang panas dan
berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai usaha
pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut di atas piring.
Styrofoam
Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu
pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi, riset terkini
membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya.
Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis
pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya
saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas
dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan
keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan.
Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan
bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat
menyebabkan endocrine disrupter (EDC), yaitu suatu penyakit yang terjadi
akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia
akibat bahan kimia karsinogen dalam makanan.
Saat ini masih banyak restoran -restoran siap saji yang masih menggunakan
styrofoam sebagai wadah bagi makanan atau minumannya. Sebisa mungkin Anda
harus menghindari penggunaan styrofoam untuk makan! an atau minuman panas,
karena sama halnya dengan plastik, suhu yang tinggi menyebabkan
perpindahan komponen kimia secara difusi dari styrofoam ke dalam makanan Anda.
Kaleng
Pada umumnya, produk makanan yang dikemas dalam kaleng akan kehilangan
citra rasa segarnya dan mengalami penurunan nilai gizi akibat pengolahan
dengan suhu tinggi. Satu hal lagi yang juga cukup mengganggu adalah
timbulnya rasa taint kaleng atau rasa seperti besi yang timbul akibat
coating kaleng tidak sempurna.
Bahaya utama pada makanan kaleng adalah tumbuhnya bakteri Clostridium
botulinum yang dapat menyebabkan keracunan botulinin. Tanda-tanda
keracunan botulinin antara lain tenggorokan menjadi kaku, mata berkunang-
kunang dan kejang-kejang yang membawa kematian karena sukar bernapas.
Biasanya bakteri ini tumbuh pada makanan kaleng yang tidak sempurna
pengolahannya atau pada kaleng yang bocor sehingga makanan di dalamnya
terkontaminasi udara dari luar. Untungnya racun botulinin ini peka
terhadap pemanasan.
Cermat memilih kaleng kemasan merupakan suatu upaya untuk menghindari
bahaya-bahaya yang tidak diinginkan tersebut. Boleh-boleh saja memilih
kaleng yang sedikit penyok, asalkan tidak ada kebocoran. Selain itu
segera pindahkan sisa makanan kaleng ke tempat lain agar kerusakan kaleng
yang terjadi kemudian tidak akan mmepengaruhi kualitas makanannya.
Plastik
Setiap hari kita menggunakan plastik, baik untuk mengolah, menyimpan atau
mengemas makanan. Ketimbang kemasan tradisional seperti dedaunan atau
kulit hewan, plastik memang lebih praktis dan tahan lama. Kelemahannya
adalah, plastik tidak tahan panas dan dapat mencemari produk akibat
migrasi komponen monomer yang akan berakibat buruk terhadap kesehatan
konsumen. Selain itu, plastik juga bermasala! h untuk lingkungan karena
merupakan bahan yang tidak dapat dihancurkan dengan cepat dan alami. (non-
biodegradable).
Perlu diingat bahwa sebenarnya plastik itu tidak berbau dan berwarna.
Jadi hindari penggunaan plastik yang bau dan berwarna gelap untuk
membungkus makanan secara langsung.
Plastik kresek hitam yang sering digunakan sebagai pembungkus gorengan,
gelas plastik yang dipakai untuk air mendidih, botol kemasan air mineral
yang diterpa sinar matahari setiap hari, serta penggunaan plastik kiloan
untuk membuat ketupat, adlaah contoh-contoh penggunaan kemasan plastik
yang salah dan sangat berbahaya. Akibat dari penggunaan plastik yang
tidak sesuai dengan fungsinya ini, dikhawatirkan akan terjadi perpindahan
komponen kimia dari plastik ke dalam makanan.
Beberapa kemasan plastik berasal dari material polyetilen
polypropilenpolyvinylchlorida yang ji! ka dibakar atau dipanaskan dapat
menimbulkan dioksin, suatu zat yang sangat beracun dan merupakan penyebab kanker
serta dapat mengurangi sistem kekebalan tubuh seseorang. Menjaga plastik agar
tidak berubah selama digunakan sebagai pengemas merupakan cara tentram untuk
menghindari bahaya-bahaya tersebut.
Semoga bermanfaat.
Kamis, 08 Desember 2011
Five Simple Rules to Be Happy
Remember the five simple rules to be happy:
1. Free your heart from hated.
2. Free your mind from worries.
3. Live simply.
4. Give more.
5. Expect less.
No one can go back and make a brand new start.
Anyone can start from now and make a brand new ending.
God didn't promise days without pain,
laughter without sorrow,
sun without rain,
but He did promise strength for the day,
comfort for the tears,
and light for the way.
Disappointments are like road humps,
they slow you down a bit
but you enjoy the smooth road afterwards.
Don't stay on the humps too long. Move on!
When you feel down because you didn't get what you want,
just sit tight and be happy,
because God is thinking of something better to give you.
When something happens to you, good or bad, consider what it
means....
There's a purpose to life's events,
to teach you how to laugh more or not
to cry too hard.
*HIPERTENSI DAN STROKE*
Stroke atau "serangan otak" terjadi bila terdapat
bekuan darah atau akibat pecahnya pembuluh darah yang mengakibatkan
gangguan aliran darah pada suatu area di otak dan mengakibatkan
kematian sel otak. Penderita Stroke dapat mengalami gejala kelumpuhan
sebelah badan, gangguan menelan, gangguan memori, gangguan berpikir, dan
gejala lainnya, tergantung pada area otak yang terkena. Pada keadaan
yang fatal, seperti stroke yang mengenai area batang otak, maupun
area yang cukup luas di otak, stroke dapat menyebabkan kematian.
Gejala stroke sebenarnya sudah dikenal sejak zaman Hipocrates 2400
tahun yang lalu. Saat itu masih sangat sedikit diketahui tentang anatomi
dan fungsi dari otak, penyebab stroke dan bagaimana mengatasinya. Pada
pertengahan 1600 Jacob Wepfer menemukan bahwa gejala stroke yang timbul
tersebut dapat disebabkan oleh adanya perdarahan dan sumbatan di otak.
Seiring berkembangnya ilmu kedokteran, saat ini telah banyak diketahui
patofisiologi dan berbagai faktor risiko Stroke, begitu juga tentang
penatalaksanaan Stroke. Namun perkembangan ilmu tersebut tidak mengubah
banyak kedudukan Stroke sebagai penyebab kematian tiga besar terbanyak
dan penyebab kecacatan utama. Berdasarkan fakta tersebut sudah
selayaknya menempatkan pencegahan primer Stroke sebagai suatu tulang
punggung untuk mengatasi masalah Stroke.
Fakta menunjukkan bahwa 70 % dari semua kejadian stroke setiap tahun
merupakan serangan stroke yang pertama kali. Sebenarnya dengan
mengetahui individu-individu mana yang merupakan stroke prone atau
berisiko tinggi terkena stroke, intervensi pencegahan dapat dilakukan
sedini mungkin sehingga stroke tidak terjadi. Pendekatan tidak hanya
mengidentifikasi faktor risikonya, namun juga risiko vaskular global dan
menangani maupun memodifikasi berbagai faktor risiko ini.
Terdapat dua jenis faktor risiko stroke. Pertama, faktor risiko yang
tidak dapat dimodifikasi seperti umur, jenis kelamin, ras, dan faktor
genetik dan kedua, faktor risiko yang dapat dimodifikasi seperti
hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterol, kegemukan, penyakit
jantung, alkohol, merokok, penyalahgunaan obat, sleep apnea, dan
sebagainya. Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko utama
stroke terpenting. Hipertensi yang tidak terkontrol, tidak hanya
menyebabkan kerusakan organ otak yang berakibat stroke, tetapi juga
mengakibatkan gagal ginjal, gagal jantung, kerusakan vaskular mata
maupun vaskular lainnya. Panduan yang dikeluarkan oleh Perhimpunan
Hipertensi Indonesia (Indonesian Society of Hypertension - INASH)
berdasarkan panduan The Joint National Committee on Prevention,
Detection, Evaluation and Treatment of High Blood Pressure ke 7,
merekomendasikan penurunan tekanan darah kurang dari 140/90 mmHg (atau <
130/80 mmHg pada penderita diabetes). Pada panduan tersebut juga
dijelaskan bahwa pendekatan penatalaksaan hipertensi bukan saja dengan
pendekatan obat-obatan namun juga perubahan pola hidup. seperti olahraga
yang teratur, penurunan berat badan, pengaturan diet termasuk diet
rendah garam dapat mengurangi tekanan darah dan mengurangi kejadian Stroke.
Penggunaan obat-obat antihipertensi sangat dianjurkan bagi penderita
hipertensi, terlebih bila penderita hipertensi tersebut mempunyai
faktor risiko lainnya, seperti diabetes, kegemukan, hiperkolesterol,
maupun sudah terdapat kerusakan organ seperti otak, jantung dan ginjal.
Namun sering terdapat pendapat keliru di masyarakat bahwa mengonsumsi
obat antihipertensi akan menyebabkan ketergantungan. Hal ini menyebabkan
beberapa penderita hipertensi enggan, dan baru mulai mengkonsumsi obat
antihipertensi saat sudah terjadi kerusakan organ. Penderita hipertensi
seringkali lebih takut akan efek samping obat dibandingkan dengan
malapetaka akibat hipertensi itu sendiri. Sehingga tidaklah mengherankan
bila pada lebih dari 20% penderita stroke , baru mengetahui bahwa
dirinya menderita hipertensi saat sudah terkena stroke. Jadi sangatlah
keliru menggunakan kata "ketergantungan". Penggunaan obat-obat
antihipertensi adalah suatu "kebutuhan" dan bukanlah ketergantungan.
Dengan penggunaan obat-obat antihipertensi secara teratur dan sesuai
petunjuk dokter, sudah dapat mengurangi banyak kejadian kerusakan
organ. Fakta menunjukkan penggunaan obat antihipertensif dapat
mengurangi kejadian stroke 35% sampai 44% dan data penelitian lain
menunjukkan bahwa penurunan tekanan darah hanya 2 mmHg pun sudah
mengurangi 10% risiko kematian akibat stroke dan 7% kematian akibat
serangan jantung. Sehingga bukanlah hanya slogan Palang Merah Indonesia
yang berbunyi "setiap tetes darah anda sangat berharga" namun fakta di
atas menunjukkan bahwa " setiap millimeter tekanan darah anda sangat
berharga".
*Apakah Radiasi Telepon Seluler Meningkatkan Risiko Tumor Otak?*
Saat ini handphone merupakan alat komunikasi yang sangat penting dan
penggunaannya terus bertambah luas. Diperkirakan terdapat 5 miliar
pengguna handphone di dunia. Jumlah yang besar ini menimbulkan
kekhawatiran mengenai efek radiasi handphone terhadap kesehatan,
terutama tumor otak. Ada tidaknya keterkaitan ini menjadi perdebatan di
dunia selama beberapa tahun terakhir. Beberapa penelitian telah
dilakukan untuk menjawab hal ini, namun hasil penelitian yang didapatkan
pun beragam. Penelitian oleh Lahkola dan Klaeboe dkk pada tahun 2007
serta Takebayashi dan Lahkola pada tahun 2008 menujukkan bahwa
penggunaan handphone tidak meningkatkan risiko tumor otak. Namun,
penelitian oleh World Health Organization (WHO) menunjukkan adanya
keterkaitan. Hasil penelitian yang kontradiksi ini dapat dikarenakan
berbedanya metode penelitian, waktu penelitian, standar yang berbeda,
dan penggunaan variabel penelitian yang berbeda-beda. Efek radiasi
handphone terhadap kesehatan otak tergantung pada banyak faktor. Sampai
saat ini, terdapat 4 faktor yang paling mungkin berpengaruh terhadap
risiko kesehatan otak.
Faktor pertama adalah jenis handphone. Jenis handphone yang lebih
berisiko menyebabkan tumor otak adalah handphone dengan Spesific
Absorption Rate (SAR) yang besar. SAR adalah besarnya energi radiasi
yang diserap oleh jaringan otak. Semakin besar nilai SAR, maka energi
radiasi yang diserap otak lebih banyak. Nilai SAR ini bervariasi antar
model dan produsen handphone. Nilai SAR yang aman adalah < 1,6 watt/kg.
Faktor kedua adalah tipe antena. Tipe antena yang lebih berisiko adalah
tipe antena yang tertanam di dalam handphone, karena memancarkan lebih
banyak energi.
Faktor ketiga adalah jarak antara telepon seluler dengan menara pemancar
terdekat. Semakin lemah sinyal yang dihasilkan menara pemancar terdekat,
maka semakin tinggi energi yang dikeluarkan oleh handphone untuk menjaga
kontak dengan jaringan.
Faktor keempat adalah dan sisi kepala dominan yang digunakan saat
menelepon. Sisi kepala dominan menyerap 97-99% energi radiasi yang
dipancarkan saat menelepon sehingga meningkatkan risiko tumor otak pada
sisi kepala dominan tersebut.
Keempat faktor tersebut diketahui berpengaruh terhadap kejadian tumor
otak. Namun, masih terdapat banyak faktor lain yang perlu dicari dan
diteliti lebih lanjut. Dalam penelitian selanjutnya, masih diperlukan
standarisasi yang lebih baik dan waktu penelitian yang lebih panjang
untuk mendapatkan hasil yang bermakna dan konklusif.
Rabu, 07 Desember 2011
SAJAK PUTIH
Bersandar pada tari warna pelangi
Kau depanku bertudung sutra senja
Di hitam matamu kembang mawar dan melati
Harum rambutmu mengalun bergelut senda
Sepi menyanyi, malam dalam mendoa tiba
Meriak muka air kolam jiwa
Dan dalam dadaku memerdu lagu
Menarik menari seluruh aku
Hidup dari hidupku, pintu terbuka
Selama matamu bagiku menengadah
Selama kau darah mengalir dari luka
Antara kita Mati datang tidak membelah...
CERPEN
# I’m Sorry..
“Mik, met ya udah dapet pacar cakep kayak Dicky.”, Ucap Kiki. “Wiw, makasih ya. Kamu emang sahabatku yang paling baik”, Pujiku. Yah, begitulah temen – temenku setelah tau kalo aku udah pacaran sama Dicky. Apalagi kalo tau Dicky cakep banget, widiw seneng banget aku kalo tiap ketemu temenku mesti diselametin.Aku gak ngira kalo temen – temenku bakal seseneng gitu kalo aku udah punya pacar. Tapi aku juga seneng punya pacar kayak dia, soalnya dia itu baik terus perhatian banget sama aku. Dia itu sering sms, telepon, dan juga dia juga suka ngajak aku jalan – jalan. Makanya aku suka ama dia, ortuku juga seneng kalo aku punya pacar.
Delapan bulan masa-masa indah yang kulukis dengan kebahagiaan, mendadak semua kebahagian itu berubah menjadi suram. Akhir-akhir ini Dicky sering sakit perut, tiap aku tanya alasannya, dia bilang cuma sakit maag biasa. Bahkan, Dicky sekarang udah gak pernah sms, telepon, bahkan ngajak jalan – jalan aku lagi. Tapi aku harus sabar mungkin dia sibuk karena banyak tugas. Karena aku sebagai pacarnya yang baik harus nerima dia apa adanya dan gak boleh terlalu nuntut.
***
“Mmm, kenapa ya dia jadi berubah kayak gini. Gak mungkin dia kayak gini gara – gara banyak tugas. Padahal sikapnya dia gak kayak gitu”, Renungku. “Mika!! Ayolah keluar masak kamu mau ngurung diri terus di kamar gak makan!!”, Teriak mama dari balik pintu. Gara – gara dia kayak gitu aku jadi jarang makan terus aku jadi seneng ngurung diri di kamar. Mamaku jadi sering kewalahan mikirin aku yang juga berubah jadi kayak gini.Aku pernah sms dia tapi dia gak pernah bales smsku, aku telepon dia mesti direject. Lama – lama aku sebel juga ama dia, apa dia udah gak punya hati lagi ama udah gak sayang lagi ama aku?? Sebenernya dia selama ini kemana sih, kok udah gak ada kabar lagi. Dia jahat banget ama aku, gak punya hati, gak perhatian, sebel!!
***
“Eh Mik, kamu tau kabar terbaru gak? Tapi kamu janji gak bakal depresi berat ya”, Kata Siska meyakinkanku. “Emang ada apa??”, Jawabku bertanya – tanya. “Mmm, jadi gini. Ternyata selama sebulan ini si Dicky udah pacaran ama Kiki. Jujur ya aku tau gitu aku gak nyangka Kiki bisa kayak gitu ke kamu.”, Jawab Siska takut – takut. Yang benar saja sesuai perkiraan Siska, Mika langsung menangis mendengar perkataan Siska.“Sabar ya. Kamu jangan nangis gitu dong, aku jadi gak enak nih ngomong gini ke kamu”, Sesal Siska. “Eh, mmm, gak apa – apa kok. Temenin aku pulang yuks, sekalian aku pengen cerita – cerita ke kamu.”, Ajakku. Akhirnya pun mereka cerita – cerita di rumah Mika. Dan Mikapun mencurahkan semua isi hatinya ke Siska, kasian banget Mika.
Mereka berdua pun baru selesai cerita – cerita jam 09.00 malam, itu pun yang menyudahi si Siska. Siska sekarang tau betapa beratnya beban yang ditanggung Mika sekarang. Dia gak ngira kalo Kiki bakal ngelakuin hal kayak gitu ke Mika sahabatnya sendiri. “Apa ya Kiki gak tau kalo Mika hatinya lagi terpuruk kayak gitu. Sahabat yang aneh…”, Batin Siska.
***
Aku gak mau terus-terusan nyiksa diriku seperti ini, aku memang cemburu, aku memang bosan, aku memang jenuh dengan sikap Dicky, tapi aku juga kesel, marah, kecewa, sakit hati! Antara yakin dan gak, Dicky jelas-jelas udah ngecewain aku. “Hari ini juga kuputuskan, aku bakal nglupain dia, aku bakal tunjukkin kalau hidupku masih bisa berlanjut tanpa dia”, Batinku.Hari ini aku bertemu Dicky di sekolah waktu aku jalan menuju kantin sama Siska, harapanku sih Dicky nyapa aku…ternyata enggak. Pahit banget rasanya digituin orang yang aku sayang banget. Nggak nyangka Dicky tega banget bersikap kayak gitu sama aku setelah semua janji-janji manis yang dia buat.
“Haloow Mik!!! Mau makan apa kamu?!”, teriak Siska di telingaku membuyarkan lamunanku. “Duh! Suaramu kenceng banget! Gak jadi laper nih, mendadak kenyang, kamu aja deh yang makan”, jawabku. “Ah, nggak asyik nih…ya udah deh, kita balik kelas aja ah..”, jawab Siska dengan kesal sambil berlalu meninggalkan kantin.
“Mika ! tunggu ! makanya dengerin nasihatku..aku bilang juga apa, jangan berharap banyak sama Dicky, aku gak mau kamu jadi tambah kurus cuma buat mikirin dia” bujuk Siska sembari mengimbangi langkah Mika. “ Kamu itu gampang cuma ngomong, coba aja kamu yang ngalami sendiri !” bentak Mika.
***
Sudah 2 minggu terlewati hari-hariku tanpa Dicky. Ini bukan perjalanan yang mudah. Meskipun hubunganku dengan Dicky yang semakin lama semakin menjauh, tapi aku tetap menjaga baik hubunganku dengan keluarga Dicky. Ahkan, aku masih sering main ke rumahnya sekedar untuk ngejaga hubungan kekeluargaan yang sudah terjalin baik dulu.“Kriiiiiiing……kriiiiing…” jam wekerku menunjukkan pukul 8 pagi, hari Minggu. “ ugh! Aku mau bangun siang!” keluhku. Kucoba membuka mataku yang lengket dengan berjalan menuju kamar mandi dan mencuci muka. Kulihat jam dinding yang mulai menunjukkan waktu 08.10 WIB. Tiba – tiba mataku tertarik dengan buku diaryku yang aku letakkan di atas meja belajarku. Sudah lama sekali aku gak membuka diary itu.
Halaman demi halaman kubaca, tertulis semua peristiwa yang aku lewati bersama Dicky, baik buruk atau baik. Sungguh banyak hal yang sudah aku jalani sama Dicky, hingga sampai pada halaman terakhir diaryku itu. Di situ aku menulis saat sikap – sikap Dicky mulai berubah gak kayak biasanya. Sungguh gara – gara aku ngebaca diary itu membuatku jadi tambah sebel sama dia.
***
“Heh, mik kenapa sih kamu kemaren sabtu mendadak jadi kenyang. Kamu tuh aneh banget lho!”, Tanya Siska bingung. “Hih, masak kamu gak ngerti sih. Cowok yang tinggi cakep yang kemaren tuh Dicky, tau! Payah deh kamu tuh.”, Jawabku. “Owh, itu yang namanya Dicky!! Cakep banget ya orangnya. Gak habis pikir aku, kamu bisa suka sama dia!”, Kata Siska polos. “Udah deh gak usah ngomong sama yang namanya “Dicky”. Aku udah muak sama tuh nama!!”, Jawabku marah.“Wah, Mika ngambek nih. Ok deh, aku gak bakal ngebahas tentang dia lagi. Mmm, tapi liat ke sana deh, Mik”, Tunjuk Siska. Mika pun melihat ke arah yang dimaksud oleh Siska, ternyata ada Kiki. “Mik, sabar ya. Udah deh kamu gak usah liat ke Kiki lagi, nanti kamu tambah sakit hati.”, Saran Siska. “Eh, iya kamu bener banget. Gurunya udah datang tuh!”, Jawabku.
Gurunya pun menjelaskan dengan panjang lebar materinya tapi sama sekali gak didenger sama Mika. Padahal biasanya pelajaran itu paling disukai sama Mika, memang suasana hati Mika lagi kacau. “Mik, Mik, Mika!!! Jangan ngelamun gitu dong. Yuk, keluar pelajarannya udah selesai!”, Teriak Siska membuyarkan lamunanku. ”Apa kamu bilang?? Perasaan kita baru aja masuk deh, kok udah keluar sih. Aneh…”, Jawabku kaget.
“Iya, kamu tuh dari tadi ngelamun tau! Untung gurunya gak tau, mesti lagi mikirin dia ya?”, Ledek Siska. “Eh, mmm, iya ya. Ya, udah kekantin yuk aku udah laper, nih. He…”, Ajakku. Mereka berdua pun segera menuju kantin, dan Mika makan banyak banget di sana. Siska saja sampai bengong liat Mika makan yang kayak gitu.
***
“Halo, halo, Mika! Ada kabar buruk, nih”, Kata Kiki di telepon. “Maaf ya, aku gak bakal ngelayani masalah yang gak penting!”, Jawabku. “Gak, mik ini beneran! Sekarang Dicky masuk rumah sakit!! Ya, ampun kamu tolong ke sini dong, aku gak kuat ngelihatnya.”, Kata Kiki dengan suara panik. “APA!!! Dicky masuk rumah sakit, Ok. Aku ke sana sekarang, tungguin aku di depan!”, Jawabku kaget.***
“Eh, mmm, Dicky kenapa, ki? Kok tau – tau dia masuk rumah sakit sih, emang dia itu sakit apa?”, Tanyaku cemas. “Sebenernya selama ini Dicky ngejauhin kamu karena dia punya sakit. Dan, maafin aku kalo aku tau – tau pacaran ama dia itu semua maunya dia.”, Jawab Kiki jujur. Saat tau kejadian yang sebenarnya Mika merasa ada suatu rasa penyesalan yang sangat besar. Dia gak nyangka kalo Dicky bakal ngelakuin itu semua karena ada suatu alasan yang sangat jelas. Dan dia menyesal karena sudah membenci Dicky dan sahabatnya sendiri, yang selalu ada di sampingnya.“Mik, maafin aku ya. Kalo tingkahku ini buat kamu jadi depresi kayak gini.”, Sesal Kiki. “Gak kok. Justru aku yang harusnya minta maaf karena aku udah benci ama kamu dan Dicky. Padahal kalian ngelakuin ini semua karena aku.”, Jawabku dengan isak tangis. Kikipun memeluk sahabatnya yang sedang bener – benerlagi down. Dan dia gak mau buat Mika jadi tambah down lagi.
“Mika…”, Tiba – tiba ada suara lembut yang memanggilku. Ternyata suara itu adalah suara mama Dicky, yang saat itu juga sedang menunggui Dicky. “Mika… Maafin ya kalo Dicky gak cerita kalo dia sekarang lagi sakit. Dan buat Mika jadi down kayak gini.”, Hibur mama Dicky. “Oh, gak apa – apa kok, tante. Tante, sebenernya Dicky itu sakit apa sih?”, Tanyaku.
Belum sempat mama Dicky ngejawab pertanyaan Mika, tau – tau dokter manggil nama Dicky. Dari cara dokternya ngomong ke mama Dicky, kayaknya yang diomongin itu penting banget. Mama Dicky hanya bisa menganggukkan kepalanya selama dokter berbicara dengannya. Dan akhirnya mama Dicky pun pergi meninggalkan Mika dan Kiki yang dari tadi menunggu penjelasan dari mama Dicky.
***
Setelah beberapa saat setelah mama Dicky pergi dokter pun mengeluarkan Dicky dari kamarnya. Kulihat dia terbaring di tempat tidurnya dengan sangat lemas, tanpa terasa aku menitikkan air mataku. “Mik, sabar ya. Dicky pasti sembuh, kok.”, Hibur Kiki. “Iya, makasih ya, ki. Yuk, ikutin dokternya mau pergi kemana.”, Ajakku.Ternyata dokter memasukkan Dicky ke ruang operasi, langsung kaget aku kalo Dicky harus dioperasi. Lalu aku pun memberanikan diri untuk bertanya ke dokter, “Dok, kalo boleh tau Dicky itu sakit apa? Kok, sampai dioperasi kayak gini.”, Tanyaku. “Gini, dek. Temen adek ini sakit kanker usus yang sudah akut. Adek yang sabar ya, kami akan berusaha menangani penyakit temen adek.”, Jelas dokter. Setelah menjawab pertanyaanku dokter pun langsung masuk ke ruang operasi.
***
Satu jam pun berlalu dengan lamanya, tapi Dicky belum juga keluar dari ruang operasi. Sungguh jantungku berdegup dengan sangat cepat, aku takut terjadi apa – apa dengan Dicky. Aku takut kalo Dicky kalo misalnya sampai gak tertolong lagi, “Tuhan, tolong bantu dokter buat nyembuhin Dicky karena aku masih sayang sama Dicky”, Doaku dalam hati. Akupun menitikkan air mata lagi, sungguh air mataku udah gak bisa aku bendung lagi.Kringg, Krriingg… Hapeku berbunyi, ternyata mamaku menelepon. “Halo Mika! Kamu di mana sekarang, ayo pulang!”, Tanya mama. “Haduh ma, aku gak bisa pulang sekarang. Aku sekarang lagi di rumah sakit nungguin Dicky operasi”, Jawabku. “Hah, Dicky masuk rumah sakit??? Ya, udah mama ke situ sekarang!!!!”, Tut, tut, tut, mama pun memutuskan teleponnya. Beberapa saat kemudian mama Dicky datang membawa makanan, “Mika, Kiki, ayo sekarang makan dulu. Dari tadi siang kalian belom makan kan, pasti kalian laper di makan ya makanannya?”, Suruh mama Dicky.
***
Satu setengah jam pun berlalu Dicky masih juga belum keluar dari ruang operasi, aku jadi semakin kuatir sama keadaannya. Tapi saat itu agak bisa tenang, karena mama udah ada di sampingku. Setelah waktu menunjukkan sekitar jam 9 malam, dokter pun keluar dari ruang operasi. Kami semua pun langsung mendekati dokter untuk menanyakan keadaan Dicky di dalam.“Dok, gimana keadaan Dicky di dalam? Aku pengen ketemu sama dia sekarang, dok.”, Paksaku. Dengan raut wajah menyesal pun dokter menjawab, “Mmm, maaf Dicky….. sudah….. tidak bisa tertolong lagi.”. Setelah tau itu aku, Kiki, mama, dan mama Dicky pun menangis karena gak nyangka semua ini harus terjadi. “Tuhan!!! Kenapa Engkau memanggil Dicky? Aku masih sayang sama dia!!!”, Teriakku dalam hati.
***
Siang itu pun pemakaman Dicky dimulai dengan khidmat. Hari itu yang melayat banyak sekali, karena selama hidupnya Dicky itu sesosok orang yang baek sekali. Sampai – sampai tukang bakso langganannya ikut melayat. Sungguh kebaikan Dicky itu sangat berharga dimata orang – orang yang pernah ditolongnya.Disana anjing chow – chow kesayangannya, Lucky ikut juga di acara layatan hari itu. Aku kaget saat Lucky ikut ngelayat, yah mungkin ia pengen ngeliat tuannya itu untuk yang terakhir kalinya. Dan akhirnya layatannya pun selesai, setelah orang – orang pulang aku menghampiri batu nisan Dicky. “Dick, kamu di sana yang baek – baek ya. Maafin aku kalo aku selama ini negative thingking ama kamu. Dan aku akan selalu sayang sama kamu, selamanya!!!”, Janjiku.
***
“Mik, nih ada surat dari Dicky yang dia titipin keaku, dibaca ya.”, Kata Kiki. “Makasih banget ya, ki.”, Jawabku, dan akupun mulai membaca surat itu.Dear Mika,
Hi, Mika?! Apa kabar nih kamu di sana?? Mik, maafin aku ya kalo aku selama ini ngejauhin kamu. Dan aku nyampe nyuruh Kiki pura – pura jadi pacarku, sorry kalo semua ini bikin kamu down berat. Karena semua ini aku lakuin karena aku sayang sama kamu. Aku selama ini sakit kanker usus yang udah akut, dan aku gak tau ini semua darimana kok bisa kejadian. Yang penting selama aku masih belum sakit aku bisa ngebahagiain kamu. Pokoknya maafin aku kalo aku gak ngasih tau kamu kalo aku lagi sakit, karena aku gak mau kamu mikirin aku terus yang selalu sakit – sakitan. Mika, buat kenangan dari aku, aku titipin Lucky kekamu ya. Karena aku percaya sama kamu, yang bisa ngerawat anjing. Dan pesenku jangan pernah menyesal kalo kamu pernah benci sama aku selama ini. Karena ini semua juga karena aku, Ok!! Thx, banget ya udah mau jadi pacar aku.
With Luph,
Dicky
Dicky Stevano
“Dicky!!!! Kamu itu laki – laki yang paling baek yang pernah aku kenal.”, Batinku. “Mika… udah selesai belum bacanya? Yuk, kita pulang udah mau hujan nih.”, Ajak Kiki.***
“Mika sayang, kamu jangan sedih ya kalo Dicky harus dipanggil sama Tuhan.”, Kata mama. “Gak apa – apa kok ma aku gak bakal sedih terus.”, Jawabku. “ Ya, sudah bagus deh kalo kayak gitu. Mama tinggal arisan dulu ya”, Kata mama sembari pergi. “Ok, ma!”, Teriakku dari kamar.Sebenernya aku gak bisa ngelupain kamu karena kamu adalah orang yang paling deket sama aku. “Lucky, makasih ya kamu mau ngegantiin Dicky. Kamu juga satu – satunya hewan yang bisa ngerti aku.”, Kataku ke Lucky. Lucky pun melihat ke arahku dan menjilatku lalu menggonggong. Aku pun berteriak, “Dicky!!! MAAFIN AKU!!! Aku nyesel! Aku gak bisa maafin diriku sendiri!”.
*The End*
HIV/AIDS
Lebih Jauh dengan HIV/AIDS dan Penanggulanggann
Prevalensi HIV/AIDS di Indonesia telah bergerak dengan laju yang sangat mengkhawatirkan. Pada tahun 1987, kasus HIV/AIDS ditemukan untuk pertama kalinya hanya di Pulau Bali. Sementara sekarang (2007), hampir semua provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus HIV/IDS.
Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan, terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.
HIV adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS adalah sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.HIV dapat menular ke orang lain melalui:
· Hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV.
· Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian
· Mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV
· Ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)
Penularan
HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) atau teman-teman pengidap HIV atau AIDS.
Lebih dari 80% infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif terutama laki-laki, tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90 % terjadi dari Ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita AIDS :
- Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
- Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
- Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
- Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis
- Dimensia/HIV ensefalopati
Gejala minor :
- Batuk menetap lebih dari 1 bulan
- Dermatitis generalisata yang gatal
- Adanya Herpes zoster multisegmental dan berulang
- Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita
HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :
- Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom
- Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
- Pasangan seksual pengguna narkoba suntik
- Bayi yang ibunya positif HIV
Langganan:
Postingan (Atom)





